Rabu, 03 April 2013
Kamis, 29 November 2012
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
PENGERTIAN DAN PROSES KOMUNIKASI
Istilah komunikasi (bahasa inggris : communication)
mempunyai banyak arti. Menurut asal katanya (etimologi),
istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin, yaitu communis, yang berarti sama (common).
Dari kata communis berubah menjadi kata kerja kommunicare, yang berarti menyebarkan atau memberitahukan. Jadi
menurut asal katanya, komunikasi berarti menyebarkan atau memberitahukan
informasi kepada pihak lain guna mendapatkan pengertian yang sama. Untuk
mendapatkan pengertian yang sama maka dalam mengkomunikasikan suatu informasi
harus ditetapkan terlebih dahulu suatu dasar titik temu yang sama.
Wexley dan Yukl antara lain
menggatakan “ communication can be
defined as the tranmission of information between two or more persons”. Artinya
: “Komunikasi dapat diberikan definisi sebagai pengiriman informasi antara dua
orang atau lebih”.
Mc. Farland memberi definisi sebagai
berikut, “communication may bedefined as
the process of meaningful iinteraction among human being”. Komunikasi dapat
didefinisikan sebagai interaksi atau proses hubungan saling pengertian antar
manusia.
Elliot Jaques memberikan definisi
sebagai berikut, “communication on the
sumtotal of directly and indirectly conscously and unconscously transmitted
felling, ettitudes, and wishes”. Artinya : “Komunikasi adalah penyampaian
berbagai macam perasaan, sikap dan kehendak, baik secara langsung maupun tidak
langsung, baik secara sadar maupun tidak sadar”.
Dari beberapa definisi dapat diambil
kesimpulan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyamppaian informasi dari
satu pihak kepada lain untuk mendapat saling pengertian. Dari definisi tersebut
terkandung dua pengertian, yaitu proses dan informasi. Proses merupakan suatu rangkaian dari pada langkah –
langkah atu tahap – tahap yang harus dilalui dalam usaha pencapaian suatu
tujuan. Adapun rangkaian model proses komunikasi adalah melalui tahap – tahap
sebagai berikut :
1)
Tahap penciptaan gagasan (tahap
ideasi) yang dilakukan oleh pihak pengirim informasi
(kommunikator = communicator).
2)
Tahap penyusunan gagasan dalam
bentuk simbol atau tanda – tanda sandi (tahap encodiing). Simbol atau tanda – tanda sandi
dapat berupa gambar – gambar yang mengandung arti, kata – kata (lisan maupun
tertulis), gerakan atu tindakan dengan mempergunakan bahasa badan (body
language).
3)
Tahap pengiriman (transmitting). Gagasan yang telah disusun
dalam benruk simbol – simbol atau tanda – tanda sandi disampaikan melalui
saluran atau media komunikasi yang telah disediakan organisasi yang
bersangkutan.
4)
Tahap penerimaan. Informasi yang telah dikirim
oleh pihak komunikator melalui media komunikasi diterima oleh pihak penerima
informasi. Penerima informasi ini sering disebut dengan istilah komunikan. Untuk menerima informasi
dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung dari media komunikasi yang
dipergunakan.
5)
Tahap menginterpretasikan gagasan
atau pesan yang diterima. Tahap
ini sering disebut juga tahap decoding. Dalam
tahap ini gagasan – gagasan atau pesan – pesan yang diterima diinterpretasikan
atau diartikan.
6)
Tahap pemberian tanggapan. Ini merupakan tahap terakhir.
Setelah pihak penerima berita (komunikan)
melakukan intrepretasi terhadap informasi yang diterima, penerima berita sering
disebut respon, umpan balik atau feedback.
Respon atau tanggapan yang diberikan oleh pihak komunikan dibedakan menjadi
6 macam, yaitu :
a)
Respon langsung (direct respons), ialah respon yang diberikan langsung oleh pihak
komunikan tidak memerlukan jangka waktu yang relatif lama.
b)
Respon tidak langsung (indirect respons), ialah respon yang memerlukan jangka waktu. Dalam
hal ini respon yang diberikan oleh pihak komunikan tertunda beberapa saat.
c)
Respon yang kurang dimengerti, ialah respon yang tidak dapat
dimengerti oleh pihak komunikator.
d)
Respon yang dapat dimengerti, ialah respon yang diberikan oleh
pihak komunikan dapat dimengerti oleh pihak komunikator sehingga antara pihak
komunikator dengan pihak komunikan terdapat saling pengertian.
e)
Respon yang bersifat netral, ialah respon pihak komunikan yang
tidak memberikan dukungan ataupun menentangnya.
f)
Respon yang bersifat negatif, ialah respon yang diberikan oleh
pihak komunikan tidak memberikan dukungan kepada pihak komunikator.
Agar
komunikan dapat memberikan respon seperti yang diharapkan oleh komunikator, komunikator
dan komunikan harus mempunyai pengalaman yang sama (common experience).
PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM
ORGANISASI
Telah diutarakan bahwa komunikasi
merupakan proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain untuk
mendapatkan saling pengertian. Yang dimaksud dengan komunikasi dalam organisasi
adalah suatu proses penyampaian informasi ide – ide, diantara para anggota
organisasi secara timbal balik dalam rangka mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi dalam
organisasi pada dasarnya suatu kegiatan intern didalam organisasi. Pentingnya
komunikasi dalam organisasi, secara terinci dapat dilihat dalam hal – hal
berikut ini :
1)
Menimbulkan
rasa kesetiakawanan dan loyalitas diantaranya :
a)
Para
bawahan dengan atasan/pemimpin
b)
Bawahan
dengan bawahan
c)
Atasan
dengan atasan
d)
Pegawai
dengan organisasi/lembaga yang bersangkutan
2)
Menimbulkan
saling pengertian diantara pegawai
3)
Meningkatkan
rasa tanggung jawab pegawai
4)
Meningkatkan
kerja sama (team work) diantara
pegawai
5)
Meningkatkan
kegairahan kerja para pegawai.
6)
Meningkatkan
moral dan disiplin para pegawai
7)
Meningkatkan
semangat korp atau esprit de corp dikalangan para pegawai
8)
Semua
pegawai dapat mengetahui kebijaksanaan, peraturan – peraturan, ketentuan –
ketentuan, yang telah diteapkan oleh pimpinan organisasi
9)
Semua
jajaran pimpinan dapat mengetahui keadaan bidang yang menjadi tugasnya sehingga
akan berlangsung pengendalian operasional yang efisien
10) Semua informasi, keterangan –
keterangan yang dibutuhkan oleh para pegawai dapat dengan cepat dan tepat
diperoleh
BENTUK KOMUNIKASI DALAM
ORGANISASI
Dalam perkembanganya Komunikasi dalam sebuah organisasi dibagi dalam beberapa hal :
1)
Interpersonal
communication
Komunikasi yang terjadi antar individu.
Komunikasi yang terjadi antar individu.
2) Management
Information System
Misalnya: dengan menggunakan computer, data, informasi.
Misalnya: dengan menggunakan computer, data, informasi.
3) Non
verbal communication
Pralinguistic, proxemics, kinesics, chronemics, olfaksi, tactile, artifactual.
Pralinguistic, proxemics, kinesics, chronemics, olfaksi, tactile, artifactual.
4) Telecomunication
Komunikasi dengan peralatan yang mana komunikator dan komunikan tidak
berhadapan langsung.
Misalnya: telepon, TV, e-mail, voice messaging, electronic bulletin board.
Komunikasi dengan peralatan yang mana komunikator dan komunikan tidak
berhadapan langsung.
Misalnya: telepon, TV, e-mail, voice messaging, electronic bulletin board.
5)
The
organizational communication process
- instruksi atau komando
- laporan, pertanyaan, permintaan
- subsgroup dengan subsgroups
- staff
- instruksi atau komando
- laporan, pertanyaan, permintaan
- subsgroup dengan subsgroups
- staff
BENTUK KOMUNIKASI BERDASAR
STRUKTUR ORGANISASI
1. Interactive communication .
Komunikasi yang terjadi pada karyawan yang selevel. Bentuknya adalah :
a. Task coordination
b. Problem solving
c. Information sharing
d. Conflict Resolution
2. Subordinate - initiated communication .
Disebut juga dengan upward communication yaitu komunikasi yang terjadi dari
bawahan ke atasannya. Adapun bentuknya adalah:
a. Informasi pribadi tentang gagasan, sikap, peampilan kerja.
b. Informasi feedback tentang performance teknis, beberapa informasi penting
lainnya.
3. Superior - subordinate communication .
Disebut juga downward communication yaitu komunikatornya adalah atasan
dan komunikasinya adalah bawahannya.
Katz & Kahn menyebutkan 5 bentuk komunikasi downward, yaitu:
a. memberi tugas rinci - job instruction
b. memberi informasi tentang prosedur organisasi dan latihan-latihan.
c. memberi informasi tentang rastionale of the job yaitu alasan mengapa tugas
tersebut harus dilakukan
d. memberi tahu tentang kinerja anak buah
e. memberi informasi tentang ideologi organisasi (visi, misi) untuk memudahkan
dalam mencapai tujuan organisasi.
Komunikasi yang terjadi pada karyawan yang selevel. Bentuknya adalah :
a. Task coordination
b. Problem solving
c. Information sharing
d. Conflict Resolution
2. Subordinate - initiated communication .
Disebut juga dengan upward communication yaitu komunikasi yang terjadi dari
bawahan ke atasannya. Adapun bentuknya adalah:
a. Informasi pribadi tentang gagasan, sikap, peampilan kerja.
b. Informasi feedback tentang performance teknis, beberapa informasi penting
lainnya.
3. Superior - subordinate communication .
Disebut juga downward communication yaitu komunikatornya adalah atasan
dan komunikasinya adalah bawahannya.
Katz & Kahn menyebutkan 5 bentuk komunikasi downward, yaitu:
a. memberi tugas rinci - job instruction
b. memberi informasi tentang prosedur organisasi dan latihan-latihan.
c. memberi informasi tentang rastionale of the job yaitu alasan mengapa tugas
tersebut harus dilakukan
d. memberi tahu tentang kinerja anak buah
e. memberi informasi tentang ideologi organisasi (visi, misi) untuk memudahkan
dalam mencapai tujuan organisasi.
Sumber :
Wursanto,
Ig. 2002, Dasar – Dasar Ilmu Organisasi, ANDI,
Yogyakarta.
http://musfialdy.blogspot.com/2010/08/fungsi-dan-bentuk-komunikasi-dalam.html
Selasa, 30 Oktober 2012
TEORI ORGANISASI
MACAM & TIPE
ORGANISASI
1.1 Tipe-tipe organisasi
Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada
tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada
sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.
1. Organisasi Formal/Resmi
Organisasi formal/ Resmi adaah
organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan orang/masyarakat yang memiliki suatu
struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan
otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya, serta memilki
kekuatan hukum. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk
saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan
tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran
organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan,
pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan
terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan
mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak
fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan
pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9). Contoh organisasi
formal adalah : Perusahaan, Badan Pemerintah, Sekolah, Negara
Ciri dari organisasi
formal/resmi, antara lain :
a. Pola
organisasinya terstruktur
b. Tujuannya
tersusun dengan jelas
c. Besifat
kaku
2. Organisasi Informal
Keanggotaan pada
organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak
sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi
anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan
tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi
informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi
informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya
dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan.
Ciri dari organisasi informal,
antara lain :
- hubungan didalamnya lebih bersifat spontan dan tidak terorganisir
- lebih fleksibel
- disiplin kerja berdasarkan atas kesadaran pribadi.
Selain itu, organisasi informal
juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
- Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
- Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.
Organisasi berdasarkan sasaran pokok mereka
Organisasi yang didirikan tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai secara
maksimal. Oleh karenanya suatu organisasi menentukan sasaran pokok mereka
berdasarka kriteria-kriteria organisasi tertentu. Adapun sasaran yang ingin
dicapai umumnya menurut J Winardi adalah:
- Organisasi berorientasi pada pelayanan (service organizations), yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Selain itu siap membantu orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis.
- Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi (economic organizations), yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu.
- Organisasi sosial (social organizations) adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.
- Organisasi politik adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebut.
- Organisasi pemerintah (government organizations)
- Organisasi perlindungan (protective organizations)
- Organisasi yang berorientasi pada aspek religius (religious organizations)
1.2
Macam
– macam Organisasi
Saat ini saya akan
membahas macam-macam organisasi. Organisasi terbagi menjadi tiga. Organisasi
Niaga, Organisasi Sosial dan Organisasi Regional & Internasional.
Berikut
ini adalah penjelasan dari ketiga Organisasi tersebut:
1.
Organisasi Niaga
Organisasi Niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan
Macam-macam Organisasi Niaga :
- Perseroan Terbatas (PT)
- Perseroan Komanditer (CV)
- Firma (FA)
- Koperasi
- Join Ventura
- Trus
- Kontel
- Holding Company
Organisasi Niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan
Macam-macam Organisasi Niaga :
- Perseroan Terbatas (PT)
- Perseroan Komanditer (CV)
- Firma (FA)
- Koperasi
- Join Ventura
- Trus
- Kontel
- Holding Company
2.
Organisasi Sosial
Organisasi Sosial adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat
Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan :
- Jalur Keagamaan
- Jalur Profesi
- Jalur Kepemudaan
- Jalur Kemahasiswaan
- Jalur Kepartaian & Kekaryaan
Organisasi Sosial adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat
Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan :
- Jalur Keagamaan
- Jalur Profesi
- Jalur Kepemudaan
- Jalur Kemahasiswaan
- Jalur Kepartaian & Kekaryaan
3.
Organisasi Regional & International
- Organisasi Regional
Organisasi Regional adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja.
- Organisasi Internasional
Organisasi Internasional adalah organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di dunia.
- Organisasi Regional
Organisasi Regional adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja.
- Organisasi Internasional
Organisasi Internasional adalah organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di dunia.
Macam
– macam Organisasi Internasional :
1. UN = United
Nation = PBB (1945)
2. UNICEF =
United Nations International Childrens Emergency Fund (1946), namun namanya
diganti setelah thn 1953 menjadi: United Nations Children’s Fund.
3. UNESCO = the
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (16 November
1945)
4. UNCHR =
United Nations Commission on Human Rights (2006)
5. UNHCR =
Uited Nations High Commissioner for Refugees (14 Desember 1950)
6. UNDPR = The
United Nations Division for Palestinian Rights (2 Desember 1977)
7. UNSCOP = The
United Nations Special Committee on Palestine (May 1947, oleh 11 negara)
8. WHO = World
Health Organization (7 April 1948)
9. IMF =
International Monetary Fund (Juli 1944, 180 negara)
10. NATO = North
Atlantic Treaty Organisation (4 April 1949)
11. NGO =
Non-Governmental Organizations .Dalam bahasa Indonesia Lembaga Swadaya
Masyarakat – LSM, yg didirikan oleh perorangan atau per-group dan tdk terikat
oleh pemerintah.
12. GREENPEACE
(40 negara, dari Europe, State of America, Asia, Africa dan Pacific, semenjak
1971).
13. AMNESTY
International (1961, memiliki sekitar 2,2 juta anggota, dari 150 negara,
organisasi yg membantu menghentikan penyelewengan/pelecehan hak azasi manusia)
14. WWF = the
World Wildlife Fund (1985, Memiliki hampir 5 juta pendukung, distribusi dari
lima benua, memiliki perkantoran/perwakilan di 90 negara).
15. G8 = Group
of Eight, kelompok negara termaju di dunia. Sebelumnya G6 pd thn 1975, kemudian
dimasuki oleh Kanada 1976 (Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya,
Amerika Serikat, Kanada dan Rusia (tidak ikut dalam seluruh acara), serta Uni
Eropa.
16. EU = The
European Union (27 negara anggota, 1 november 1993)
17. DANIDA =
Danish International Development Assistance (Organisasi yg memberikan bantuan
kepada negara2 miskin, pengungsi, bencana alam)
18. ICRC =
International Committee of the Red Cross (1863) = Palang Merah, gerakan bantuan
kemanusiaan saat bencana alam atau peperangan.
19. OPEC =
Organization of the Petroleum Exporting Countries (1960, anggota 13 negara,
termasuk Indonesia)
20. ASEAN =
Association of Southeast Asian Nations = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia
Tenggara (PERBARA) ( Dibentuk 8 Agustus 1967, memiliki 10 negara anggota, Timor
Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan masih mempertimbangkan
akan menjadi anggota)
Refrensi :
Sabtu, 29 September 2012
Teori Organisasi
TEORI ORGANISASI
Secara
sederhana Organisasi dapat di artikan sebagai suatu sekelompok orang yang
saling bekerjasama satu dengan yang lainnya agar mencapai suatu tujuan yang
diinginkan. Berorganisasi juga menjadi suatu kegiatan yang positif karena kita saling
sharing dan menggemukakan pendapat agar organisasi bisa berjalan dengan baik
sesuai dengan peraturan – peraturan yang telah disepakati bersama.
Berikut beberapa definisi tentang organisasi, menurut para ahli:
- Menurut ERNEST DALE:
Organisasi
adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan
pemeliharaan suatu struktur atau pola
hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
- Menurut CYRIL SOFFER:
Organisasi adalah
perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian
dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian
digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
- Menurut KAST & ROSENZWEIG:
Organisasi adalah sub sistem teknik, sub syistem structural, sub sistem pshikososial dan sub
sistem manajerial dari
lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada
tujuan.
Definisi UMUM:
“Kelompok orang yang
secara bersama-sama ingin mencapai tujuan”
Adapun
Unsur-Unsur organisasi secara sederhana memiliki tiga unsur, yaitu:
- Man
Man (orang-orang), dalam kehidupan
organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau
personnal. Pegawai atau personnal terdiri dari
semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya
terdiri dari unsur pimpinan sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi,
para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya
masing-masing dan para pekerja.
- Kerja sama
Secara
makhluk sosial manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai macam organisasi
dan setiap orang didunia ini tidak ada yang dapat hidup sendiri untuk melakukan
segala aktivitasnya dan Kerja sama
dapat diartikan sebagai suatu perbuatan saling
bantu-membantu akan adanya suatu pekerjaan yang dilakukan
secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, kerjasama
sangat dibutuhkan dalam sebuah organisasi untuk
tercapainya suatu tujun yang diingikan .
- Tujuan Bersama
Tujuan merupakan arah atau
sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau apa yang
diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan.
Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur,
program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi, dan anggaran
(budgeting), yang telah ditetapkan.
CIRI-CIRI ORGANISASI:
- Lembaga sosial yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
- Dikembangkan untuk mencapai tujuan
- Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun
- Instrumen social yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi.
Maka
dari itu, penting sekali bagi kita khususnya untuk para mahasiswa agar ikut bergabung
didalam sebuah lembaga sosial karena banyak sekali manfaat yang bisa kita dapat
jika kita bergabung dan beraktivitas dalam sebuah organisasi. Manfaat tersebut
ialah, antara lain :
· Organisasi merupakan sarana untuk kita berinteraksi dengan
orang lain dalam ruang lingkup yang sangat luas
·
Organisasi dapat melatih kita dengan kemampuan bekerja sama
dengan orang lain
·
Organisasi dapat mengasah kemampuan kita dalam berfikir.
Sumber : s_tiwi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17350/MINGGU_3.doc
Langganan:
Postingan (Atom)