Selasa, 06 Maret 2012

Ringkasan Ilmu Sosial Dasar


Pendahuluan
Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai budaya dan nilai kebudayaan didalamnya terdapat berbagai - bagai masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupnya sehari-hari. Diharapkan mata kuliah ini dapat menjadi semacam lingua franca atau bahasa pemersatu bagi para akademisi dari berbagai lapangan ilmiah. Dengan memiliki satu bekal yang sama ini diharapkan agar para akademisi dapat lebih lancar berkomunikasi. Kelancaran berkomunikasi ini selanjutnya akan memperlancar proses pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh para cendikiawan dari berbagai lapangan keahlian.
Bahkan dengan mendapat mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD) mahasiswa diharapkan nantinya memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang budaya dan kebudaaan di Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut, agar dengan demikian mahasiswa diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreasi dan kreatifnya. Salah satu sifat penting mata kuliah ini ialah bahwa Ilmu Budaya Dasar (IBD) bukan pelajaran sastra, bukan filsafat, bukan sesuatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Sesuai dengan namanya Ilmu Budaya Dasar, kuliah ini hanya memberikan dasar-dasar yang cukup kuat kepada mahasiswa untuk mencari hubungan antara segala segi kebudayaan dalam hubungan usaha yang terus mencari kebenaran, keindahan, kebebasan dalam berbagai bentuk serta hubungannya dengan alam semesta.
            Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa setelah mendapatkan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memeperlihatkan minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya.
  • Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia didalam budaya dan kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar (IBD) dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities setiap manusia pasti akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih sopan, lebih berbudaya dan lebih halus dalam berbahasa. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya.
Agar manusia menjadi humanus, maka mereka harus mempelajari ilmu yaitu Ilmu Budaya Dasar (IBD) disamping tidak meninggalkan rasa tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri mereka juga bisa lebih manusiawi dan lebih berbudaya.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu :
    1.   Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ) Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi.
2.  Ilmu-ilmu sosial ( social scince )  ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari generasi ke generasi selanjutnya.
    3.  Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

  • Tujuan Ilmu Budaya Dasar
        Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD)  tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya dan kebudayaan, baik yang menyangkut orang lain dan lingkungan sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
   1.  Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
   2.  Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
   3.  Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin Bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat.
   4.  Menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.
  •   Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
1.    Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2.   Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Menunjuk kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam Ilmu Budaya Dasar (IBD).  Pokok-pokok pembahasan yang dikembangkan dalam Ilmu Budaya Dasar adalah :
     1.  Manusia dan Cinta Kasih
     2.  Manusia dan Keindahan
     3.  Manusia dan Penderitaan
     4.  Manusia dan Keadilan
     5.  Manusia dan Pandangan Hidup
     6.  Manusia dan Tanggungjawab serta Pengabdian
     7.  Manusia dan Kegelisahan
     8.  Manusia dan Harapan


Selasa, 03 Januari 2012


Hubungan Remaja dengan Anak – anak Panti Asuhan
1.         Panti Asuhan.

a. Pengertian Panti Asuhan
Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional, 2001:826) mendefinisikan panti asuhan sebagai rumahtempat memelihara dan merawat anak yatim piatu dan sebagainya. Departemen Sosial Republik Indonesia (1997:4) menjelaskan bahwa : Panti asuhan adalah suatu lembaga usaha kesejahteraan sosialyang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial kepada anak terlantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak terlantar,memberikan pelayanan pengganti fisik, mental dan sosial padaanak asuh, sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepatdan memadai bagi perkembangan kepribadiannya sesuaidengan yang diharapkan sebagai bagian dari generasi peneruscita-cita bangsa dan sebagai insan yang akan turut serta aktif didalam bidang pembangunan nasional.Kesimpulan dari uraian di atas bahwa panti asuhan merupakanlembaga kesejahteraan sosial yang bertanggung jawab memberikan pelayanan penganti dalam pemenuhan kebutuhan fisik, mental dansosial pada anak asuhnya, sehingga mereka memperoleh kesempatanyang luas, tepat dan memadai bagi perkembangan kepribadian sesuaidengan harapan.

b. Tujuan Panti Asuhan
Tujuan panti asuhan menurut Departemen Sosial Republik Indonesia (1997:6) yaitu :
1) Panti asuhan memberikan pelayanan yang berdasarkan pada profesi pekerja sosial kepada anak terlantar dengan cara membantudan membimbing mereka ke arah perkembangan pribadi yangwajar serta mempunyai keterampilan kerja, sehingga merekamenjadi anggota masyarakat yang dapat hidup layak dan penuhtanggung jawab, baik terhadap dirinya, keluarga dan masyarakat.
2) Tujuan penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan sosial anak di panti asuhan adalah terbentuknya manusia-manusia yang berkepribadian matang dan berdedikasi, mempunyai keterampilan kerja yang mampu menopang hidupnya dan hidup keluarganya.

c. Fungsi Panti Asuhan
Panti asuhan berfungsi sebagai sarana pembinaan dan pengentasan anak terlantar. Menurut Departemen Sosial Republik Indonesia (1997:7) panti asuhan mempunyai fungsi sebagai berikut: 
1.     Sebagai pusat pelayanan kesejahteraan sosial anak.Panti asuhan berfungsi sebagai pemulihan, perlindungan, pengembangan dan pencegahan.
2.     Sebagai pusat data dan informasi serta konsultasi kesejahteraansosial anak.
3.     Sebagai pusat pengembangan keterampilan (yang merupakanfungsi penunjang). Panti asuhan sebagai lembaga yang melaksanakan fungsi keluarga dan masyarakat dalam perkembangan dan kepribadiananak-anak remaja.

2.        Remaja

a. Pengertian Remaja
Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang diikuti dengan berbagai masalah yang ada karena adanya perubahan fisik, psikis dan sosial. Masa peralihan itu banyak menimbulkan kesulitan-kesulitan dalam penyesuaian terhadap dirinya maupun terhadap lingkungan sosial. Hal ini dikarenakan remaja merasa bukan kanak-kanak lagi tetapi juga belum dewasa dan remaja ingin diperlakukan sebagai orang dewasa (Hurlock, 1994:174).Menurut Piaget dalam Hurlock (1994:206) remaja didefinisikan sebagai usia ketika individu secara psikologis berinteraksi dengan masyarakat dewasa. Pada masa remaja, anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada pada tingkat yang sama. Antara lain dalam masalah hak dan berintegrasi dalam masyarakat, termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok dan transformasi intelektual yang khas. Awal masa remaja berlangsung kira-kira dari 13 tahun sampai 16 tahun dan akhir remaja bermula dari usia 16 sampai 18 tahun yaitu usia matang secara hukum.Anak remaja sebetulnya tidak mempunyai tempat yang jelas.Remaja tidak termasuk golongan anak, tetapi tidak pula termasuk golongan orang dewasa atau golongan tua. Remaja ada diantara anak dan orang dewasa. Remaja masih belum mampu untuk menguasaifungsi-fungsi fisik maupun psikisnya (Monks, dkk., 2002:259).Menurut Santrock (2002:7) remaja merupakan suatu periode dimana kematangan kerangka dan seksual terjadi secara pesat,terutama pada awal masa remaja. Masa remaja terjadi secara berangsur-angsur tidak dapat ditentukan secara tepat kapan permulaan dan akhirnya, tidak ada tanda tunggal yang menandai. Bagi anak laki-laki ditandai tumbuhnya kumis dan pada perempuan ditandai melebarnya pinggul. Hal ini dikarenakan pada masa ini hormon-hormon tertentu meningkat secara drastis. Pada laki-laki hormone tertosteron yaitu suatu hormon yang berkait dengan perkembangan alatkelamin, pertambahan tinggi dan perubahan suara. Sedang pada perempuan hormon estradiol yaitu suatu hormon yang berkait dengan perkembangan buah dada, rahim dan kerangka pada anak perempuan. Remaja ditinjau dari sudut perkembangan fisik, remaja dikenal sebagai suatu tahap perkembangan fisik dimana alat-alat kelamin manusia mencapai kematangan secara anatomis berarti alat kelamin khususnya dan keadaan tubuh pada umumnya memperoleh bentuknya yang sempurna dan secara faali alat kelamin tersebut sudah berfungsi secara sempurna pula (Wirawan, 2001:6).Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa remaja merupakan individu yang telah mengalami kematangan secara anatomis dimana keadaan tubuh pada umumnya sudah memperoleh bentuk yang sempurna, hal tersebut berkisar antara usia 13 tahun sampai 18 tahun.

b. Ciri-Ciri Remaja
Rentang kehidupan individu pasti akan menjalani fase-fase perkembangan secara berurutan, meski dengan kecepatan yang berbeda-beda, masing-masing fase tersebut ditandai dengan ciri-ciri perilaku atau perkembangan tertentu, termasuk masa remaja juga mempunyai ciri tertentu. Ciri-ciri masa remaja (Hurlock, 1994:207) antara lain : 
1. Periode yang pentingMerupakan periode yang penting karena berakibat langsung terhadap sikap dan perilaku serta berakibat panjang.
2. Periode peralihan Pada periode ini status individu tidak  jelas dan terdapat keraguan akan peran yang harus dilakukan. Masa ini remaja bukanlagi seorang anak dan bukan orang dewasa.
3. Periode perubahan Perubahan sikap dan perilaku sejajar dengan perubahan fisik, jika perubahan fisik terjadi secara pesat perubahan perilaku dan sikap juga berlangsung secara pesat.
4. Usia bermasalah Masalah remaja sering sulit diatasi, hal ini sering disebabkan selama masa anak-anak sebagian besar masalahnya diselesaikan oleh orang tua, sehingga tidak berpengalaman mengatasinya. 
5. Mencari identitas Pada awal masa remaja penyesuaian diri dengan kelompok masih penting,  kemudian lambat laun mulai mendambakan identitas diri dan tidak puas lagi dengan menjadi sama dengan teman-teman sebayanya. 
6. Usia yang menimbulkan ketakutan Adanya anggapan remaja adalah anak-anak yang tidak rapi, tidak dapat dipercaya dan cenderung berperilaku merusak, membuat orang dewasa yang harus membimbing dan mengawasi remaja menjadi takut bertanggungjawab dan bersikap tidak simpatik terhadap perilaku remaja yang normal.
7. Masa yang tidak realistis Remaja melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia ingikan dan bukan bagaimana adanya.
8. Ambang masa dewasa.Remaja mulai bertindak seperti orang dewasa. Seperti halnya masa-masa perkembangan yang lain, masa remaja juga mempunyai ciri-ciri tertentu yang harus dimiliki sebagai bekal menuju perkembangan berikutnya, dengan adanya ciri-ciri tersebut dapat dijadikan sinyal oleh lingkungan supaya remaja diperlakukan sebagaimana mestinya.

Pengaruh konsep diri terhadap penyesuaian diri remaja kepada penghuni panti asuhan
Berbagai tuntutan-tuntutan yang berlaku dimasyarakat membuat mereka mau tidak mau harus berusaha untuk selalu menyesuaikan diri agar dapat diterima dalam lingkungan. Tuntutan-tuntutan tersebut akan dapat dipenuhi oleh seorang remaja apabila ia mempunyai kemampuan untuk memahami berbagai situasi sosial, dan menentukan perilaku yang sesuai dan tepat
dalam situasi sosial tersebut. kemampuan yang dimaksud adalah kompetensi interpersonal, dengan adanya kompetensi interpersonal yang remaja menjadi bisa memahami diri sendiri, memahami norma sosial, bersikap penuh pertimbangan pada orang lain dan mampu mengatur emosi-emosinya Menumbuhkan kompetensi interpersonal tidak selamanya mudah karenaperkembangan tingkah laku individu dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dialami individu dalam lingkungan. Individu sebelum berperilaku perlu memperhatikan bahwa ia harus mampu memperhitungkan apakah ia bisa atau tidak berperilaku sesuai kaidah atau normal sosial. Remaja yang memiliki kemampuan interpersonal akan berani mengemukakan, menghargai serta menerima pikiran, perasaan dan pendapat orang lain secara terus terang. Namun remaja yang tinggal dalam panti asuhan sering memiliki perasaan bahwa dirinya tidak sama seperti anak-anak yang tinggal dalam keluarga yang normal. Hal ini cenderung mengakibatkan kemunduran-kemunduran yang berdampak pada penerimaan diri pada anak yatim Sikap atau lingkungan sosial yang mendukung akan membentuk sikap dari diri seseorang oleh karena itu jika lingkungan memberikan sikap yang baik pada individu, maka individu akan cenderung untuk senang dan dapat menerima dirinya. Penerimaan diri akan dapat terwujud dengan mudah apabila lingkungan tempat individu berada memberikan dukungan yang penuh. Salah satu faktor keberhasilan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan ditentukan oleh kesanggupan individu dalam menerima keadaan dirinya sendiri. Kenyataanya tidak semua lingkungan sosial dapat menerima individu dengan baik. Pada zaman sekarang ini kepedulian para remaja terhadap lingkungan disekitarnya terutama terhadap anak – anak panti asuhan sangatlah rendah. Banyak golongan remaja yang hanya mementingkan dirinya sediri dibandingkan dengan anak – anak yatim piatu yang berada dipanti.  Terkadang banyak sekali remaja yang tidak mementingkan organisasi yang menyangkut dengan sosial bahkan mereka lebih senang dengan sebuah organisasi yang menguntungkan bagi dirinya sendiri. Pada umumnya karakter remaja dipanti asuhan berbeda dengan remaja pada umumnya, mereka kurang mendapatkan perhatian dari orang tua mereka maupun daripihak panti, hal itu disebabkan pengasuh yang ada tidak cukup memadai untuk memperhatikan mereka secara maksimal. Mereka mengalami kesulitan dalam melakukan hubungan interpersonal dengan orang lain, hal itu disebabkan mereka jarang berkomunikasi dengan orang lain selain di lingkungan panti tersebut, sehingga tidak jarang dari mereka merasa minder saat berhubungan dengan orang lain. Mereka juga merasa enggan dan malu untuk menceritakan keadaan mereka dan kesulitan-kesulitan apa yang mereka alami baik di dalam maupun di luar panti. Maka dari itu alangkah baiknya bila kalangan - kalangan remaja saat ini  bisa bersimpati dan berempati terhadap organisasi sosial seperti panti asuhan.



Minggu, 27 November 2011

Persamaan Hak Dan Bagaimana Persamaan Derajat Di Dalam Masyarakat Indonesia Saat Ini ..

Persamaan Hak Dan Bagaimana Persamaan Derajat Di Dalam Masyarakat Indonesia Saat Ini ..

Didalam sebuah Negara atau bernegara pasti memiliki yang namanya hak, khususnya dinegara kita ini banyak sekali contoh  hak yang ada seperti hak didalam beribadah, hak dalam belajar, hak didalam bertempat tinggal, dll. Hak manusia adalah hak-hak dasar yang dimiliki pribadi secara kodrat sebagaianugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hak asasi itu meliputi antara lain hak hidup, hak kemerdekaan (kebebasan), hak persamaan serta hak memiliki sesuatu
Arti Prinsip Persamaan Derajat
Persamaan harkat adalah persamaan nilai, harga, taraf yang membedakan makhluk yang satu dengan makhluk yang lain. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan yang dibekalicipta,  rasa,  karsa dan hak-hak serta kewajiban asasi manusia. Martabat adalah tingkatan harkat kemanusiaan dan kedudukan yang terhormat. Sedangkan derajat kemanusiaan adalah tingkatan, martabat dan kedudukan manusiasebagai makhluk Tuhan yang memiliki kemampuan kodrat, hak dan kewajiban asasi. Dengan adanya persamaan harkat, derajat dan martabat manusia, setiap orang harus mengakui serta menghormati akan adanya hak-hak derajat dan martabat manusia. Sikap ini harus ditumbuhkan dan dipelihara dalam hubungan kemanusiaan, baik dalamlingkungan keluarga, lembaga pendidikan maupun di lingkungan pergaulan masyarakat. Manusia dikarunian potensi berpikir, rasa dan cipta, kodrat yang sama sebagai makhluk pribadi (individu) dan sebagai makhluk masyarakat (sosial). Manusia akan mempunyai arti apabila ia hidup bersama-sama manusia lainnya di dalam masyarakat.
Dalam masyarakat manapun di dunia bukan hanya diindonesia saja , ini pasti akan ditemui sebuah variasi , dimana keadaan tidak akan pernah sama. Tentunya yang kita tidak bisa sangkal bahwa dunia bergerak dengan dinamis. Salah satunya alam, alam merupakan variasi dari beberapa organisme yang hidup sepeti Pohon. Pohon di alam banyak memiliki jenis dan bentuk sehingga karena banyaknya bentuk tersebut dibuatlah klasifikasi atau penggolongan agar, masing-masing pohon dapat digolongkan sehingga kita dapat mengetahui jenis-jenis pohon tersebut.
Hal tersebut tidak berbeda dengan kita sebagai manusia, yang notabene-nya adalah makhluk sosial. Secara kita tidak sadari bahwa dalam kehidupan kita bermasyarakan ada suatu pengelompokan golongan-golongan masyarakat. Dari pengelompokkan tersebut akan terbentuk lapisan-lapisan yang sosial yang membagi masyarakat yang sering disebut pelapisan sosial. Pelapisan sosial mungkin sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak zaman Hindu masuk di Indonesia dimana Hindu menerapkan sistem kasta, artinya kasta-kasta ini membuat sistem lapisan sosial dalam masyarakat. Tetapi untuk lapisan sosial saat ini berbeda dengan pada zaman hindu. Menurut salah satu pendapat tokoh sosial yaitu Pitirim A sorokin, Beliau mengatakan bahwa pelapisan sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.

          Pelapisan masyarakat ini biasanya dipengaruhi oleh keadaan hidup masyarakat, contohnya masyakat perkotaan. Masyarakat kota akan dihargai apabila memiliki rumah dan mobil mewah, berbeda dengan masyarakat pedesaan. Masyarakat pedesaan akan lebih dihargai apabila memiliki hektaran sawah didesanya. Selain itu pula pelapisan sosial ini membuat masyarakat akan ber etika sesuai dengan lapisan sosial, contohnya lapisan sosial orang menengah keatas akan lebih memperhatikan prilaku mereka dibandingkan masyarakat lapisan sosial bawah. Tentunya hal itu tersebut terjadi karena adanya pelapisan sosial.
Bahkan diIndonesia sendiri pun persamaan hak kemanusiaan sangat di perhatikan , persamaan derjat pun bagi setiap masyarakat disetarakan , baik dalam bidang hukum dan lain sebagainya .
Tentunya dengan zaman yang terus berkembang, walaupun terdapat pelapisan sosial namun masyarakat tidak membeda-bedakan manusia sesuai dengan lapisan sosial karena dalam masyarakat kita mengenal istilah Kesamaan Derajat. Setiap manusia memiliki Hak-hak dan derajat yang sama sebagai makhluk Tuhan. Hal ini karena masyarakat mengakui dengan hak yang dikenal dengan hak asasi manusia. Hak Asasi Manusia merupakan hak yang datangnya dari Tuhan YME, Artinya orang yang tua maupun muda atau yang miskin dengan yang Kaya memiliki Hak Asasi Yang sama sehingga terjadi kesamaan derajat pada manusia.
Namun sayangnya kesamaan derajat sangat kurang diperhatikan, sehingga penggolongan masyarakat lebih dominan. Tanpa disadari kita yang berada dimasyarakat ini juga telah digolongkan namun agak berbeda dengan pelapisan sosial. Jika pelapisan sosial ini dibagi akibat kemampuan yang kita miliki, berbeda dengan penggolongan. Dalam masyarakat ada 2 golongan masyarakat. Ada golongan Elite dan golongan Massa. Golongan Elite merupakan golongan penguasa masyarakat, artinya orang-orang pada golongan ini memiliki kemampuan untuk menggerakkan massa. Sementara massa merupakan golongan yang digerakaan oleh kelompok elite untuk mencapai suatu tujuan.
Tentunya baik golongan dan lapisan sosial merupakan sesuatu hal yang kita sudah tidak relevan dengan masyarakat. Karena adanya penggolongan dengan lapisan sosial ini mengakibatkan pengabaian hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia sejak lahir, yaitu Hak Asasi Manusia. Hak yang membuat sebuah persamaan derajat bagi semua Individu yang ada Di Indonesia.
            Jadi kesimpulannya ialah di Indonesia persamaan derajat dan setiap masyarakat belum mencapai tingkat kesempurnaan dikarenakan persamaan hak dan derajat di Indonesia belumlah mencapai tingkat kesetarafan, karena di Indonesia sering kali kita lihat bagaimana para penguasa dapat mempermainkan hokum dengan sangat mudahnya, dibandingkan masyarakat tingkat bawah. Dari sini terlihat jelas bahwa persamaan hak dan derajat di Indonesia belum mencapai titik kesamaan .

Sabtu, 19 November 2011

Surat Kecil Untuk Tuhan

Keke adalah gadis cantik yang berusia 13 tahun dan hidupnya tampak sempurna, karena ia memiliki kedua orang tua yang sangat menyayanginya walaupun sekarang kedua orang tuanya sudah berpisah. Dan selain Keke memiliki orang tua yang sangat menyayanginya, Keke juga memiliki dua orang kakak lelakinya yang juga sangat menyayanginya. Dan tidak hanya itu Keke juga termasuk orang  dalam kondisi keuangan keluarga yang berkecukupan, serta memiliki enam sahabat dekat yang kompak dan kekasih bernama Andy. Mungkin untuk orang lain, Keke adalah seorang gadis yang mendekati sempurna.

Namun ternyata Keke tidak sesempurna yang kita bayangkan, karena berita sedih harus diterima Keke, ternyata ia mengidap penyakit yang disebut Rhabdomyosarcoma (kanker jaringan lunak) dan sudah berada di stadium 3. Keke adalah pasien pertama di Indonesia dan dokter menyatakan bahwa usianya tinggal beberapa bulan lagi. Tapi ayah Keke tak menyerah, Keke pun dibawah berobat kemana-mana yang penting dapat menyembuhkan penyakit itu, dan pada akhirnya Keke harus menjalani tindakan kemotrapi untuk membunuh sel kanker yang ada didalam tubuhnya itu, hampir selama setahun Keke harus menjalani kemotrapi itu yang membuat rambut Keke rontok akibat efek samping dari kemotrapi tersebut, dan efek samping lainnya seperti: kulit kering dan ia sering merasa perutnya mual. Dan karena kemotrapi itu pulalah Keke tampak buruk sekali, kecantikannya seakan hilang dari dirinya.

Dan karena kanker itu pulalah, Keke sering mimisan, sulit bernapas dan matanya memerah lalu berair dan lama kelamaan ada benjolan yang semakin hari semakin besar di bawah kelopak mata bagian kiri. Tapi karena Keke adalah gadis yang memiliki keistimewaan, Keke tidak pernah mau menyerah dengan penyakitnya. Dengan keadaan yang begitu memperhatinkan, ia tetap ingin ikut ujian sekolah. Dan al hasil Keke bukan hanya memiliki orang tua, kakak, sahabat, dan pacar yang menyayanginya, tetapi Keke juga anak yang pintar di sekolahnya. Sehingga Bu Megawati sampai memberinya peringkat sebagai ‘Siswi Teladan’.

Dan akhirnya, Ketabahan dan kesebaran Keke mendapat hadiahnya, karena dokter akhirnya menyatakan Keke sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa. Dan berita kesembuhan itu membuat bahagia semua orang yang ada di sekitarnya, sehingga membuat ayahnya berencana untuk mengadakan syukuran atas kesembuhan Keke, dan betapa senangnya Keke, karena ia bisa kembali seperti dulu lagi, bisa berkumpul dengan keluarganya, dengan 6 sahabatnya, dan terlebih-lebih dengan sahabatnya. Dan setahun lamanya ia bisa menikmati hari-hari seperti dulu, sebelum kanker itu datang.

 Setahun lamanya Keke bisa menikmati kebahagiaan itu datang, tapi ternyata, tanda-tanda itu datang lagi. Keke mulai mimisan lagi, matanya memerah dan sering berair. Keke mulai takut dengan tanda-tanda yang pernah ia rasakan sebelumnya, tetapi Keke belum mau menceritakan kepada ayah dan kakaknya. Keke masih yakin, tidak ada yang terjadi dengan dirinya. Sampai suatu saat benjolan itu mulai ada lagi dibawah kelompak matanya. Dan Keke tidak bisa lagi menyembunyikan itu dari keluarga dan sahabat-sahabatnya. Akhirnya Keke bercerita pada ayahnya, bahwa tanda-tanda kanker itu datang lagi. Dan ayah Keke pun dengan sigap langsung membawa Keke menemui dokter yang dulu pernah menyembuhkannya. Dan akhirnya Keke pun harus masuk ke dalam sebuah kapsul dan mulailah banyak sinar merah yang menerangi tubuhnya, itu adalah alat yang digunakan untuk menditeksi segala penyakit yang ada didalam tubuh seseorang. Dan akhirnya dokter pun menyimpulkan bahwa kanker itu kembali lagi. Dan berita itu sangat mengagetkan dan membuat sedih ayah, tetapi entah mengapa Keke mulai bisa menerima kanker itu bersarang ditubuhnya, walaupun sebenarnya Keke ingin sekali kanker itu tidak ada lagi di tubuhnya.

Tetapi ada yang lebih menyedihkan dari berita itu, entah mengapa, kanker kembali menyerang lebih parah dari sebelumnya, dan dokter pun menyatakan bahwa kanker itu jauh lebih ganas dari kanker setahun sebelumnya yang ada di tubuhnya, bahkan kanker tersebut tidak kalah walaupun telah dilakukan kemotrapi. Dan dokterpu mulai menceritakan keadaan yang sesungguhnya pada ayah Keke bahwa kecil harapan untuk Keke untuk bisa sembuh seperti dulu lagi. Berita itu sangat memukul perasaan ayah dan sangat membuat keluarga, sahabat dan pacar keke sangat sedih. Dan Keke pun tahu ia makin lemah, tapi Keke tak ingin tampak kalah, dan ia berusaha selalu tegar dan gigih melawan penyakitnya demi keluarga yang dicintainya dan sahabat-sahabatnya yang setia. Walaupun ia tahu, tidak ada kesempatan untuknya bisa kembali seperti dulu lagi. Tetapi dia tetap tersenyum dan berusaha untuk bisa menyenangkan orang yang menyayanginya dan orang yang disayanginya.

Keke mulai terbiasa menjalani sisa hidupnya bersama kanker yang ada ditubuhnya, walaupun terkadang Keke mulai merasa lelah dan sakit menahan sakit yang ia rasakan, tetapi Keke tetap terlihat kuat di depan semua sahabat dan keluarganya, karena ia tidak mau orang yang disayangi terus-terusan mengeluarkan air mata untuk menangisinya. Dengan benjolan yang semakin membesar di bawah kelopak matanya, ia tetap berusaha tersenyum bermain dengan sahabat, kakak-kakaknya dan ayahnya. Mereka menghabiskan waktu bersama dengan bahagia.
Sampai suatu hari, Keke merasa tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya dan Keke mulai merasa sangat lemah. Dan akhirnya Keke dibawa ke rumah sakit dan menjalani rawat inap. Dan disaat keke tertidur keke merasa berada disebuah tempat yang snagat indah, entah apakah itu mimpi, tetapi Keke merasa itu seperti nyata, di tempat itu, Keke merasa semua penyakitnya tidak ia rasakan lagi dan pada saat itu Keke bertemu dengan seorang perempuan cantik dan membawa Keke kedalam rumah yang begitu indah. Dan pada saat itu Keke pun  mengatakan ingin berada di rumah itu. Dan mendengar perkataan itu, perempuan itu bilang, bahwa keke harus berpamitan dengan ayah, kakak, ibunya, sahabatnya dan juga kepada pacarnya, supaya mereka bisa tenang. Akhirnya keke setuju, dan ketika ia membuka matanya, ia sudah melihat semua orang yang disayanginya berada disitu dan menangis. Dan kesadaran keke dari tidurnya itu hanya untuk berpamitan dan meminta ijin untuk ikut dengan perempuan itu, dan dengan berat hati dan dengan menangis ayah keke mengijinkan. Dan itu adalah pertemuan terakhir Keke dengan semua orang yang disayanginya.
Jadi nilai sosial yang terkandung dalam film Surat Kecil Untuk Tuhan adalah tentang sebuah inspirasi dalam kehidupan bagaimana caranya agar kita bisa menghargai hidup kita sendiri. Seperti seorang gadis kecil yang cantik ia mampu berjuang hidup dengan begitu hebatnya karena penyakit ganasnya yang menyerang tubuhnya, hingga di detik – detik kematiannya ia dapat merampungkan Sebuat surat yang ditujukan kepada Tuhan dan kepada kita semua.
ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku INGIN TIDAK ADA TANGISAN
ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku TIDAK INGIN ADA LAGI HAL YANG SAMA TERJADI PADAKU
TERJADI PADA SIAPAPUN
TUHAN ANDAI Aku BISA MEMOHON
JANGAN ADA TANGIS DAN DUKA DI DUNIA LAGI
TUHAN ANDAI Aku BISA MENULIS SURAT UNTUKMU
JANGAN PISAHKAN Aku DARI SAHABAT DAN ORANG YANG Aku SAYANGIN.
Aku INGIN MENJADI DEWASA SEPERTI BURUNG YANG BISA TERBANG KETIKA IA DEWASA
Aku INGIN AYAH MELIHAT Aku KETIKA Aku MEMILIKI LAGI KEINDAHAN GERAIAN RAMBUT..
TUHAN SURAT KECILKU INI..
ADALAH PERMINTAAN TERAKHIKU ANDAI Aku BISA KEMBALI..


planning to next life
Planning saya kedepan ialah yang pertama saya ingin membahagiakan mama  dimasa tuanya dan semua keluarga besar saya. Dan yang kedua ialah ingin menjadi Analys System yang hebat dan ingin sekali mempunyai kehidupan yang cukup untuk saya dan keluarga kelak nanti.